Kamis, 10 Juli 2008

Menjadi Besar dengan niat yang Benar

Menjadi Besar dengan Niat yang Benar
(ZERO to HERO, Solikhin Abu Izzudin)

"Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat." (Abdullah bin Mubarak)

Kami merasa perlu untuk mengupas niat. Mengapa?
"Berapa banyak amal yang remeh menjadi besar gara-gara niat. Dan berapa banyak amal yang besar menjadi remeh gara-gara niat." Kata Abdullah bin Mubarak.

Jangan-jangan prestasi yang kita punya sirna di hadapan Allah karena tidak di dasari niat yang benar, tidak dibingkai keikhlasan dan jauh dari keridhaan Allah. Seperti kisah orang "penting" yang di seret ke neraka karena salah niat. Padahal mereka adalah tokoh-tokoh tokoh terkemuka yang prestatif di tengah kaumnya, tetapi mereka di seret ke neraka terbongkar niat busuk dan buruk yang tersimpan rapi di lubuk hati mereka yang paling dalam. Siapakah mereka? Mereka adalah motor penggerak masyarakat yang sangat berperan dalam merubah kondisi masyarakat. Mereka adalah:

1. Orang alim, yang banyak ilmunya.
2. Dermawan, orang yang banyak dermanya.
3. Mujahid, orang yang gemar berjihad.

Ketiga golongan ini telah di peringatkan Rasulullah saw dalam sabdanya, "Yang pertama kali di bakar api neraka pada hari kiamat adalah tiga golongan, orang alim, mujahid dan dermawan. Adapun orang alim, maka Allah mendatangkan dan menanyainya: "Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?" Dia menjawab: "Aku menuntut ilmu di jalan-Mu, lalu aku sebarkan ilmu karena mencari keridhaan-Mu." Maka dikatakan kepadanya: "Engkau dusta! Sebenarnya engkau mencari ilmu supaya dikatakan sebagai orang alim." Kemudian diperintahkan kepada malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka dilemparkanlah dia ke dalam neraka.

Kemudian didatangkan seorang dermawan, maka dia ditanya: "Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?" Dia menjawab: "Aku mencari harta yang halal, kemudian aku inraqkan harta itu di jalan-Mu." Maka dikatakan kepadanya: "Engkau dusta! Engkau infaqkan hartamu supaya manusia menyebutmu dermawan." Kemudian diperintahkan malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka di lemparkanlah ia ke dalam neraka.

Kemudian yang ketiga, "Apa yang dahulu engkau perbuat di dunia?" Dia menjawab: "Aku berperang di jalan Allah, sehingga aku mati terbunuh." Maka di katakan kepadanya: "Engkau dusta! Engkau berperang supaya di katakan orang sebagai pemberani." Maka diperintahkanlah malaikat penjaga neraka untuk menyeretnya, maka di lemparkanlah dia ke dalam neraka." (Sebagaimana sabda Rasul dalam riwayat Muslim)

Para ulama meletakan hadits niat di awal bukan tanpa maksud dan tujuan. Allah swt berfirman,
"Katakanlah, 'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." (QS. Al-An'am: 162-163)

Kami merasa perlu mengawali buku ini dengan tema meluruskan niat karena memang inilah cara membangun pondasi amal agar memiliki nilai, makna dan arti. Ikhlas itu amal hati, syarat diterimanya amal dan ibadah.

Tidak ada komentar: